Puisi tentang seorang merantau di tanah sebrang @duniarantau by rifqi be


@rifqi_be

Puisi tentang pemuda merantau di tanah sebrang yang begitu penuh perjuangan hidup, hikmah dan suluk @sangpuitissebrang


 

 selamat datang di dunia rantau

''bijaklah dalam mendongkrak akal''
by rifqi be


Bersyukur

Aku bersukur padamau tuhan....
Engkau limpahkan nikmatyang tiada tara bagimu

Engkau telah menuntunku
Dari usai lahirku
Sampai sekarang di tanah sebrang ini

Di sebrang inilah ....
Tanah jawa aku tumbuh dewasa
Banyak amat perubahan pada diriku

Banyak hal-hal yang aku alami
Dengan berbaur dan bergurau bersama

Ia mengajarkan sebuah hikmah kehidupan
Yang sederhana

Yah,inilah kesederhanaan
Yang megah dan mewah pada hakikat clasiknya

Saat mataku terbuka...
Waktu ku sambut dengan senyuman
Yang indah dan manis

Dan saat mataku tertutup...
Untuk waktu yang telah menyertai ku
Dalam waktunya

Selamat berjumpa kembali
Di hari esok ku..!!!
Saat mataku terbuka nanti dari mimpi...!!!

Terimakasih tuhan.....
Engkau ciptakan waktu dalam hidupku
Engkau jadikan waktu dalam masa belajar ku

Bagiku,waktu adalah suatu hal yang mengerikan...!!!
sebab,kesedihan dan kegembiraanpun akan pergi dan hilang
Bersamanya

Umurku tak tahu sepanjang apakah...?
Umur takanilah bisa di ukur...!

Tuhan......
Semua itu adalah kuasaMu
Semua itu adalah nikmat dariMu

Tuhan....
Engkaulah yang maha mengetahui segalanya
Dan yang maha adil dari segala keadilan

Tuhan.....
Sertakan waktu itu sebuah anugrah
Yang menuntun ku dalam kesabaran dan keihklasan

Atasa ujian hidup yang singgah di raga
Dan jiwa ini

Tuhan.....
Aku pasrah atas semua kehendak Mu
Aku tak akan bisa mampu
Bila tanta kuasa Mu

Aku arungi terjalnya jalan bebatuan
Dan penuh lelumpuran

Jalan bersampingan jurang yang amat curam
Jalan penuh lubang yang amat dangkal
Namun,sangat mematikan...

Tuhan.....
Aku takan bisa arungi,bila tanpa kuasa Mu
Aku takan bisa langkahkan kaki,bila tanpa pentunjuk Mu
Aku takan bisa gerakkan tubuh,bila tanpa izin dan keridhoan Mu

Tuhan....
Engkaulah yang maha segalanya
Tiada tara bagiMu
Tiada bandingan bagiMu

Tuhan....
Engkaulah sang pemilik semua penjuru da manapun berada
Dan segala alam semesta
Seisinya hanyalah milikMu

Tuhan....
Ku tahu,aku adalah makhliq yang lemah dan tak berdaya
Maka,tuntunlah aku sebagai makhlukMu

Dan ajukanlah aku sebagai umat nabi dan rosul Mu
Dalam jalan keridhoan Mu
Dan seutuhnya.....

Aku ingin selalu menuju keridhoan Mu....


03-01-2019
Rifqi be



Sang bujangga

Tersendiri mengalunkan nada
Kaki melangkah dalam suara teriringi irama rasa
Dengan suara gamangnya

Tersendiri di atas bumi
Terpatri dalam renungan
Dengan indahya langit kegelapan

Bagaikab seorang
Berkecibung di tengah samudra melawan arus menerjang
Tenggelam tampa suara

Menipu pandangan dari mata memandang
Seorang diri berperang melawan ketjamnya waktu
Menjadi bahan tawaan dari matanya

Dari ribuan mata meemandang
Tertipu halunasi darinya

Sang bujangga bersandar di hati kehancurannya

Iapun tak menyangka dengan ketjamnya dunia
Menghiraukan ucapan dari mata memandang
Hanya satu harapan darinya akan dirinya
Melampaui Batasnya

Sang bujangga dengan penuh lara hati
Bersabar menunggu kepedulian
Tuk menghampirinya


26-01-2019
Rifqi be


Segelas kopi

Mentari pagi menyapa dengan penuh senyuman
Tertuang curahan hati kegembiraan
Menikmati atas nikmatNYA

Tesendiri berteman segelas kopi
Beraroma kedukaan

Menghisap sebatang rokok
Asap seketika pergi nengudara
Kenikmatan yang tak bisa di pungkiri

Nikmat tuhan yang tak tertandingi
Sang maha pemurah
Maha belas kasih dan maha pemberi

Dengan rasa hati yang tenangnya
Dan jiwa penuh kedamaian
Bersyukur atas nikmatNYA

Jantung bergebu-gebu
Dengan sertaan hati bergetar bergemuruh
Menggoncangkan jiwa

Dengan Bertutur nama sang maha suci dzatNYA
Maha belas kasih
Dan maha pemberi

Tuhan......
Segala puji syukur ku padaMU
Menunagkan nikmat di pagi hari
Ini yang cerah

27-01-2019
Rifqi be


Segerombol semut hitam

Wahai segerombol semut..
Yang merangkak
Kau berpostur tubuh kecik

Mengarumi jalan tak menentu

Dengan kaki yang lengkik
Dan berkepala hitam kelam

Dari berpasang-pasang kasih
Beribu langkah yang kau sodorkan

Bermacam-macam oula cara terdengar
Dari ribuan telinga

Dalam sebidang tanam bunga
Beralas butiran pasir

Sekarang,esok ataupun lusa

Ingat selalu,jalan akhir titikmu
Jangan terlalu banggakan
Dengan bekal hidup yang menyertai mu


30-01-2019
Rifqi be



Sang kekasih di tanah sebrang


Hijan turun kini teulangi
Membasahi tenda
Aku berteduh

Percikan suara mengalun
Mengikuti irama
Lagu menggema dalam suara hati

Hijan turun.....
 Menyirami kedamaian dalam hati
Menghapus pelipur lara

Butiran air menetes
Akan penuh hembusan
Dan seribu makna

Hujan turun.....
Kan merindu sang pelangi
Menghiasi atap khayalan

Hujan turun....
Aka temu keindahan
Ribuan pandangan bagaikan berdua
Berempat mata tatapan

Kehadiran bayang
Tak bisa di kenali
Mengenalkan nama yang memudar dari hati

Wahai hujan turun....
Setiap butiran airmu
Jadikan umpan pancing akal ku

Wahai.....
Air bertaburan luka hati
Bisakah engkau
Ku jadikan pengganti air yang membasahi pipi ini..?

Perasaan ku
Tak sanggup bertahan
Di musim kemarau panjang ini

Bisakah engkau menggantinya?
Darah putih akan kering
Dan tak bisa bertahan sampai di titik penghabisan
hidup ini...


01-02-2019
Rifqi be

penulis
rifqi be
@sangpuitissebrang 





semoga bermanfaat.....





Komentar

Postingan Populer